Pencarian

banjarbaru.NET adalah sebuah media informasi dan jaringan usaha/bisnis Kota Banjarbaru. Media ini merupakan sebuah media ekonomi yang dikelola oleh pihak non-Pemerintah untuk mendukung pengembangan Kota Banjarbaru.

www.banjarbaru.net
Forum Komunitas dan Diskusi Online Publik Kota Banjarbaru.
Forum ini merupakan forum online yang dikelola pihak non-Pemerintah Kota Banjarbaru dan dapat diakses melalui alamat www.banjarbaru.org atau dengan meng-klik link di bawah ini :
banjarbaru.ORG
Jika anda mempunyai saran ataupun kritik untuk Pemerintah Kota Banjarbaru, Anda dapat menyampaikan hal tersebut kepada Pemko Banjarbaru melalui media yang telah disediakan. Media penyampaian kritik dan saran untuk Pemko Banjarbaru adalah melalui :
 
LAYANAN SMS PUBLIK EMAIL PENGADUAN
SMS ke 08 11 51 6767 pengaduan @ banjarbarukota.go.id
Pengaduan
Pengemis Terjaring Razia Kantongi Rp 5 juta
Kamis, 28 Januari 2010

Kendati kerap dirazia, kehadiran pengemis di Banjarbaru tetap marak. Penghasilan menjanjikan dari meminta belas kasihan orang, menjadi pemicu tingginya 'minat' orang menjadi pengemis termasuk mereka yang berasal dari luar daerah ke kota itu.

Seperti yang terjadi saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melakukan razia di Pasar Bauntung, Senin (25/1) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, petugas berhasil menciduk lima pengemis. Salah satunya adalah Horio (50).

Gelandangan dan pengemis datang ke Kota Banjarbaru silih berganti.Gelar operasi gepeng dan penangkapan sudah berulang kali dilakukan, namun meskipun berkurang tidak lama kemudian pasti datang yang baru.

Dari beberapa kali penangkapan diketahui ternyata penghasilan dari mengemis di Kota Banjarbaru bisa melebihi penghasilan seorang pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer. Pasalnya, hanya dalam waktu dua bulan beroperasi mengemis di Kota idaman Horio (50) mampu mengumpulkan uang sebesar Rp 5 juta.

Saat terjaring razia di sekitar Pasar Bauntung , Horio sempat kelabakan saat diciduk aparat Satpol PP Kota Banjarbaru.Beberapa kali sempat membohongi petugas saat diminti keterangan, tak heran bila dirinya diinterogasi hingga 12 jam lamanya sampai akhirnya mengaku jika dirinya memang mengemis.

Saat tertangkap , Horio kedapatan membawa uang hampir RP 5 juta yang sebagian sudah ditukarkannya, tebalnya uang yang dikantongi lelaki asal Madura berkemeja putih itu,  diantaranya 27 lembar pecahan uang Rp 100 ribu, 34 lembar Rp 50 ribu, selembar R 20 ribuan, dan sisanya berupa uang recehan berupa kepingan logam.

"Uang ini saya dapatkan dan saya kumpulkan dari mengemis, awalnya hanya iseng saja dan lama-lama menjadi kebutuhan.Penghasilan mengemis di Banjarbaru memang lumayan,"kata Horio.

Horio sempat membohongi petugas dengan alasan, keberadaannya di Banjarbaru karena sehabis pulang dari Madura setelah usaha jual hewan ternak.Namun petugas Satpol PP Kota Banjarbaru merasa curiga, pasalnya setelah di cek kedapatan membawa uang sebanyak hampir RP 5 juta, tepatnya Rp 4.998.300, dalam bentuk lembaran dan  recehan.

Setelah diperiksa akhirnya Horio pun mengaku jika memang benar uang yang dikantonginya tersebt dari hasil mengemis.Setelah dibina, uang yang dikantongi Horio pun boleh saja diambil dengan catatan ada yang mendampingi atau menjamin.

Mendengar kabar seorang ayah di Banjarbaru, bahkan diamankan pihak Satpol PP kota Banjarbaru, pihak keluarga langsung datang menjemput sekaligus untuk menjamin dan membawa pulang.

"Saya kaget sekali karena yang saya tahu bapak berada di Madura, dan tentu saja meras malu kenapa bapak sampai mengemis,"ujar Fauziah yang berkerudung hitam saat itu, anak Horio yang datang menjemput dan memulangkan sang ayah mengantar hingga Pelabuhan Trisakti sore harinya.

Demi sang Ayah jauh-jauh Fauziah ditemani suami dari  warga Banyu Barau Rt 7 rw 5 Kelurahan kandangan Barat , kecamatan Kandangan kabupaten HSS ke kantor Satpol PP Kota Banjarbaru.

Setelah datang pihak yang menjamin dan mengantar karena pihak keluarga yang meminta, selesai membuat perjanjian tertulis Horio pun meninggalkan Banjarbaru dengan uang yangh didapatnya kurang lebih Rp 5 juta diantar anaknya.

Kepala Satpol PP Banjarbaru, Surianoor Akhmad mengatakan operasi sudah bekerja disekitar pasar bauntung jam 10 malam, Senin (25/1) dan menjaring pengemis sebanyak lima orang pengemis.

"Bagi yang tertangkap setelah diperiksa kita bina, maka kitapulangkan. Sebelumnya kita buat perjanjian bila yang bersanghkutan dilarang meminta-minta di wilayah kota Banjabraru dan  apabila satu kali lagi tertangkap maka akan dibawa ke meja hijau, dikenai perda tipiring dan penipuan,"katanya.

Dikatakannya, belakangan ini memang menggiatkan operasi gepeng karena kehadiran gepeng di Kota Banjarbaru kian bertambah setiap harinya.

"Banyak faktor alasan seseorang mengemis, dan itu salah satunya sebabnya mengapa pengemis di kota ini selalu ada saja walaupun kita sudah berulang kali menggelar operasi. Masyarakat kita, sangat dermawan memberikan uang kepada pengemis sehingga pendapatan yang didapat seorang pengemis di kota ini bisa menyamai pendapatan seorang pegawai,"katanya, Rabu (27/1).

Sumber : Banjarmasin Post

 
Banjarbaru

garis batas

LPSE Kota Banjarbaru

garis batas

Apeksi

garis batas

Banjarbaru

 

Profile (Organisasi & Tugas Pokok) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Banjarbaru.

Download e-Book Profile Organisasi BKD Banjarbaru dengan cara mengklik gambar di samping.