Pencarian

banjarbaru.NET adalah sebuah media informasi dan jaringan usaha/bisnis Kota Banjarbaru. Media ini merupakan sebuah media ekonomi yang dikelola oleh pihak non-Pemerintah untuk mendukung pengembangan Kota Banjarbaru.

www.banjarbaru.net
Forum Komunitas dan Diskusi Online Publik Kota Banjarbaru.
Forum ini merupakan forum online yang dikelola pihak non-Pemerintah Kota Banjarbaru dan dapat diakses melalui alamat www.banjarbaru.org atau dengan meng-klik link di bawah ini :
banjarbaru.ORG
Jika anda mempunyai saran ataupun kritik untuk Pemerintah Kota Banjarbaru, Anda dapat menyampaikan hal tersebut kepada Pemko Banjarbaru melalui media yang telah disediakan. Media penyampaian kritik dan saran untuk Pemko Banjarbaru adalah melalui :
 
LAYANAN SMS PUBLIK EMAIL PENGADUAN
SMS ke 08 11 51 6767 pengaduan @ banjarbarukota.go.id
Pengaduan
Hingga Bulan Depan Angin Kencang Mengancam
Senin, 01 Pebruari 2010

Masyarakat Kalsel harus tetap waspada. Ancaman angin kencang, banjir dan tanah longsor, tidak berakhir di akhirnya Januari, tapi sampai Februari.

"Perkiraan kami meleset. Ternyata puncak musim penghujan berakhir di Februari. Ini akibat pengaruh angin muson barat yang semakin kuat," kata Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi (Staklim) Klas I Banjarbaru, M Yahya, kemarin.

Dari pengamatan beberapa hari lalu, kata Yahya, curah hujan di wilayah Kalsel menurun. Namun mendekati akhir Januari, curah hujan kembali meningkat. "Kami perkirakan hujan di Februari masih sama saja seperti Januari. Hujan yang terjadi lebat disertai angin kencang dan petir," ujar Yahya.

Hujan di Februari ini, kata Yahya, bisa mengancam dan memunculkan potensi bahaya banjir, longsor dan hempasan angin kencang atau downdraft.

"Masyarakat yang tinggal di dekat daerah aliran sungai agar waspada bila hujan terjadi. Luapan air sungai mungkin saja terjadi, karena hujan ekstrem dengan tingkat curah hujan 200 hingga 400 mm per bulan," ujarnya seraya menambahkan khusus di
Banjarbaru curah hujan sekitar 300 mm per bulan.

Tak hanya masyarakat di dekat daerah aliran sungai yang harus waspada, para petani juga. Jika tidak memperhatikan hujan ekstrem tersebut kemungkinan besar panennya bisa gagal.

Niswan, petani yang tinggal di Jalan Sukamaju Landasan Utara mengaku, dia tetap menggaraf sawahnya, meski sekarang masih musim  penghujan "Mengenai ancaman banjir, saya sudah mewaspadai. Perbaiki dan mengontrolan saluran air minimal dua minggu sekali saya lakukan," ujarnya.

Selain itu, kata Niswan, di musim penghujan ini dia hanya menanam jenis sayuran bebas racun, tahan simpan dan tahan cuaca buruk seperti hujan lebat.  "Saat ini saya hanya menanam jenis cabe dan sayuran daundaunan," ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani Kelurahan Landasan Ulin Utara ini.

Niswan mengimbau, para petani sebaiknya di musim hujan ini jangan terlalu banyak memberikan pupuk kimia anorganik.

"Musim hujan menyebabkan tanah menjadi basah, kadar nitrogen menjadi tinggi, sebaiknya petani tidak memberi tanah dengan pupuk kimia anorganik yang terlalu tinggi karena bisa menyebabkan tanaman cepat layu hingga cepat membusuk. Sebaiknya perbanyak dengan pemberian jenis pupuk organik," ujarnya.

Sumber : Banjarmasin Post

 
Banjarbaru

garis batas

LPSE Kota Banjarbaru

garis batas

Apeksi

garis batas

Banjarbaru

 

Profile (Organisasi & Tugas Pokok) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Banjarbaru.

Download e-Book Profile Organisasi BKD Banjarbaru dengan cara mengklik gambar di samping.